blog

Menerjang Pandemi Untuk Prestasi Sepak Bola Dalam Negeri

Menerjang Pandemi Untuk Prestasi Sepak Bola Dalam Negeri

Meraih Piala Menpora Tahun 2021

Semarakan “Goolll” suporter serempak seperti koor yang menggema berasal dari tribun stadion bola pada saat bola telah berhasil dimasukan oleh klub kesayangan ke jaring lawan.
Saat itu terompet pun berkumandang dengan silih berganti hingga mengalahkan suara kegirangan si pencetak gol di atas lapangan hijau.

Sekiranya seperti itu suasana ketika pertandingan sepak bola tersebut sebelum Covid 19 melanda. Dan kemeriahannya sangat begitu terasa sampai sanggup memacu sebuah adrenalin saat berlaga di lapangan. Akan tetapi semua telah berubah sejak sesaat Covid 19 menyerang, apapun sektor dalam kehidupan ikut terdampak, termasuk dalam sepak bola yang dimana sudah terpaksa cuti tanpa sebuah kejelasan selama hampir setahun kurang lebih.

Dengan ketidakjelasannya di situasi saat ini membuat banyaknya tim sepak bola kebingungan dan juga terpaksa ikut merumahkan para pemainnya, latihannya, bahkan di semua kegiatannya. Apalagi, hingga saat ini masih belum ada titik jelas mengenai kompetisi ini.

Meski perlahan yang penting pasti, akhirnya laga ini telah bergulir kembali yang diawali dengan turnamen pada piala menpora tahun 2021. Kini menjadi sebuah pertandingan gladi kotor/ uji coba, di tengah tengah Covid 19 dengan beberapa protokol kesehatan yang kini harus ditaati.

Seiring berjalannya pertandingan, Kini PT LIB atau (Liga Indonesia Baru) dan juga dengan PSSI telah menyiapkan sederet protokol yang super ketat bagi para pemain, dari akomodasi di filterisasi hingga sebuah kewajiban tes usap teruntuk pelaksanaan laga sepak bola.

Apa Kata Wati Menpora Amali ?

Kini tibalah dimana momen ini yang sangat dinanti, tanggal 21 mei tahun 2021 yang menjadi sebuah awal turnamen pada pramusim di piala Menpora tahun 2021 yang telah dibuka yang terletak di stadion Manahan kota Solo, yang telah diikuti sebanyak 17 klub yang terbagi dalam 4 tim pada babak penyisihan.

Yakni PSSI Semarang, Arema FC, Barito Putera dan juga Tira Persikabo yang menempati grup A. Lalu Persija, Bhayangkara FC, PSM Makasar, Borneo FC menempati grup B. Pada grup C ada Persela Lamongan, Persebaya, Madura United, Persik Kediri, PSS Sleman. Dan yang terakhir grup D ditempati oleh, Bali United, Persib Bandung, Persita Tangerang dan juga Persiraja.

Dalam pertandingan di babak penyisihan ini mulai, sederet bangku kosong di tribun para penonton jelas terlihat saat pemain merumput. Memang terasa beda sebuah Atmosfernya, akan tetapi tidak akan melumpuhkan semangat para pemain saat berlaga dengan semangat yang sangat membara.

Yang telah terbukti, merangkak mati matian untuk tim berjibaku demi bisa lolos babak penyisihan. Dan tim yang telah bermodalkan para pemain lokal, yakni PSM Makassar, Persebaya Surabaya ataupun PSM Makassar yang bisa lolos pada 8 besar.

Saat itu mereka telah membuktikan sebuah kualitas dan juga performa para pemain lokal yang diboyongnya tidak akan kalah dengan tim yang mempunyai modal menyegarkan sebuah skuad dengan membawa para pemain yang hebat.

Pada nyatanya, kini Menpora telah mengakui dan juga telah memuji sebuah penerapan protokol Covid 19 yang sangat ketat di setiap pertandingan berlangsung, hingga di laga final yang mengantarkan klub Persija Jakarta yang dimana dikatakan sebagai pemenang juga yang menempati juara ke dua yakni Persib Bandung pada hari Minggu tanggal 25 April Kemarin.

Inilah seputar Piala Menpora disaat pandemi telah melanda Indonesia yang memasuki 2 periode. semoga semua ini kembali normal seperti tahun tahun sebelumnya. Terima Kasih.